SPLDV
Pengertian Sistem Persamaan Linear Dua Variabel.
Sistem Persamaan Linear Dua Variabel yaitu sebuah sistem persamaan linear yang memiliki dua variabel (peubah). Pada sistem PLDV biasanya melibatan 2 persamman dengan dua variabel.
Bentuk Umum dari Persaman Linear Dua Variaabel yaitu;
ax +by = p
dx + cy = q
Sedangkan solusi dari bentuk umum PLDV yakni (X₀, Y₀) disebut dengan himpunan penyelesaian.
Contoh dari SPLDV yakni
3x + 2y = 10
9x -7y =43
Himpunan penyelesaiannya yakni {(x,y) (4, -1)}.
Ada beberapa metode untuk menyelesaikan SPLDV sehingga diperoleh nilai himpunan penyelesaiannya yaitu:
1. Metode Grafik
Metode grafik adalah menentukan titik potong antara dua persamaan garis sehingga di dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan linear dua variabel tersebut. Apabila diperoleh persamaan dua garis tersebut saling sejajar, maka himpunan penyelesaiannya adalah himpunan kosong. Sedangkan jika garisnya saling berhimpit maka jumlah himpunan penyelesaiannya tak berhingga. Langkah-langkah penyelesaian menggunakan metode grafik adalah sebagai berikut :
Gambarkan grafik garis ax + by = p dan cx + dy = q pada sebuah sistem koordinat Cartesius. Pada langkah ini, kita harus menentukan titik potong sumbu X dan titik potong sumbu Y nya yaitu titik potong sumbu X saat y = 0 dan titik potong sumbu Y saat x = 0. Lalu kemudian hubungan kedua titik potong tersebut sehingga diperoleh garis persamaan.
Tentukan koordinat titik potong kedua garis ax + by = p dan cx + dy = q (jika ada).
Tuliskan himpunan penyelesainnya.
2. Metode Eliminasi dengan Penyamaan
Misalkan kita mempunyai SPLDV dalam variabel x dan y. Andaikan kita membuat suatu persamaan yang tidak lagi mengandung nilai x nya, maka dikatakan bahwa x telah dieliminasikan dengan penyamaan. Langkah strateginya adalah dengan mencari nilai x dari kedua persamaan yang diberikan itu (nilai y seolah-olah dianggap sebagai bilangan yang diketahui, maka dikatakan bahwa x dinyatakan dalam y). Kemudian hasil yang didapat dipersamakan. Dalam kasus ini kita juga dapat menyatakan nilai y ke dalam x, kemudian kita samakan dari persamaan-persamaan itu.Kelemahan dari metode eliminasi dengan penyamaan adalah akan memerlukan banyak langkah (dapat sampai 4 langkah), karena misalnya salah satu variabel yang diketahui tidak langsung disubstitusi ke persamaan, namun dicari variabel yang lain menggunakan eliminasi sehingga rawan akan ketidaktelitian saat menghitung
3. Metode Eliminasi dengan Substitusi
Apabila kita mempunyai SPLDV dalam variabel x dan y. langkah-langkah penyelesaian metode Eliminasi dengan Substitusi adalah sebagai berikut :
Pilihlah salah satu persamaan yang sederhana, kemudian nyatakan y dalam x atau x dalam y.
Substitusikan x atau y yang diperoleh pada langkah 1 ke dalam persamaan lainnya.
Selesaikan persamaan yang diperoleh pada langkah 2.
Tuliskan himpunan penyelesainnya.
4. Metode Gabungan Eliminasi Menjumlahkan atau mengurangkan dan Substitusi
Apabila kita mempunyai Sistem Persamaan linear dua variabel ke dalam variabel x dan y. langkah-langkah untuk menyelesaikan SPLDV ini adalah sebagai berikut :
Langkah 1 : Tentukan nilai x atau y menggunakan metode eliminasi dengan menjumlahkan atau mengurangkan.
Langkah 2 : Substitusikan nilai x atau y yang diperoleh pada langkah 1 ke salah satu persamaan yang diperoleh dan selesaikanlah persamaan itu.
Langkah 3 : Tulislah himpunan penyelesaiannya.
Banyak permsalahan di kehidupan sehari-hari yang dapat diselesaikan menggunakan model sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). Contohnya adalah menentukan keliling dari bangun ruang, menentukan umur dari anggota keluarga, menentukan jarak dalam konsep fisika, menentukan nilai bilangan dari perbandingan masing-masing angkanya.
Contoh soal : Masalah geometri
Keliling suatu segitiga ΔXYZ sama kaki adalah 43,5 cm. panjang sisi x adalah 3 cm kurangnya dari panjang sisi y. tentukan panjang x dan y.
Keliling = 43,5 cm
x + y + z = 43,5 cm
2x + y = 43,5 cm
Misalkan x = y – 3, x – y = 3
Lalu dibuat ke persamaan SPLDV nya menjadi :
2x + y =43,5
x – y =3 +
3x =48, 5
x =13,5 → x-y = -3
13,5 – y = -3
y =16,5 cm
2. Contoh soal : Masalah perbandingan umur
1. Dua tahun yang lalu umur Harry 6 kali umur Laras. Delapan belas tahun kemudian umur Harry akan menjadi dua kali umur Laras. Tentukan umur mereka masing-masing.
Pembahasan :
Misalkan umur Harry dan umur Laras berturut-turut adalah x tahun dan y tahun, maka :
(x-2) = 6 (y-2)
↔ x-6y = -10
x+18 = 2 (y+18)
↔ x-2y =18
x – 6y = -10
-2y = 18-
-4y = -28
y = 7
y = 7 → x – 6y = -10
x – 6 (7) = -10
X= 3
Jadi, Harry berumur 32 tahun dan Laras berumur 7 tahun.
Komentar
Posting Komentar